
mediaindonesia.com
22 Maret 2018
Oleh: Putri Rosmalia Octaviyani
http://mediaindonesia.com/read/detail/150639-pengelolaan-gambut-ri-jadi-contoh-dunia
Pengelolaan Gambut RI Jadi Contoh Dunia
PENGELOLAAN gambut Indonesia menjadi pembelajaran bagi dunia karena Indonesia, antara lain, berhasil melakukan serangkaian program manajemen gambut dan meminimalisasi titik api pada kasus kebakaran lahan gambut sampai 93,6%.
"Sebagai negara yang memiliki 15 juta hektare lahan gambut, Indonesia tentu mempunyai keistimewaan atas beragam ekosistem gambut, mulai gambut pesisir yang banyak terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua, gambut yang ada di delta Mahakam Kalimantan Timur, Kapuas di Kalimantan Barat, hingga gambut di dataran tinggi seperti di Papua. Gambut rawa di Kalimantan mempunyai kemiripan dengan gambut yang ada di Kongo," tutur Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam pertemuan mitra kerja Global Peatland Initiative (GPI) di Brazaville, Republik Kongo, kemarin.
Global Peatland Initiatives merupakan pemrakarsa global yang diinisiasi beberapa negara, badan internasional, dan para ahli. Komitmen GPI ialah menjaga lahan gambut di seluruh dunia agar lestari. Lahan gambut sebagai cadangan karbon organik yang terbesar di dunia juga harus dijaga supaya tidak terbakar.
Siti menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia belajar sangat mahal atas kejadian kebakaran lahan gambut hebat pada 2015. Pemerintah merespons melalui serangkaian kebijakan untuk meminimalisasi terulangnya kejadian itu. "Hasilnya, dalam kurun waktu 2 tahun, 2015-2017, Indonesia berhasil menurunkan titik api sebanyak 93,6%," ujar Siti.
Indonesia juga mempromosikan 'Desa Peduli Gambut', sebagai satu model manajemen lahan gambut terintegrasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan konservasi lahan gambut.
Selain itu, terdapat Badan Restorasi Gambut sebagai bagian tak terpisahkan yang mendukung strategi besar untuk manajemen lahan gambut yang dijalankan oleh KLHK.
Atas keberhasilan Indonesia itu, Menteri Siti dalam pertemuan tersebut bukan hanya hadir sebagai peserta biasa, tetapi juga menjadi pembicara kunci dalam dialog tingkat menteri.
Penegakan hukum
Dalam kesempatan itu, delegasi Indonesia juga berbagi strategi yang mendukung keberhasilan pengelolaan gambut. Salah satunya melalui pembaruan moratorium dan penegakan hukum secara efektif.
"Sekitar 500 kasus kebakaran hutan dan gambut berhasil dibawa ke pengadilan, termasuk salah satunya yang fenomenal, yaitu putusan terhadap satu pemegang konsensi lahan yang terbukti bersalah untuk membayar ganti rugi US$1,2 juta kepada pemerintah Indonesia," ujar Siti.
Siti mengatakan, sebagai negara yang hidup berdampingan, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo kini sangat terkesan dengan keberhasilan Indonesia. Mereka tertarik untuk belajar mengenai kerangka institusional efektif yang dijalankan Indonesia.
"Indonesia, sebagai pendiri gerakan Asia-Afrika, siap untuk berbagi pengalaman dan membantu negara-negara lain untuk memajukan manajemen gambut melalui kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular," ujarnya.
Indonesia, tambahnya, juga siap menggulirkan rencana pendirian Pusat Riset Internasional Gambut Tropis di Indonesia. "Diyakini dalam beberapa tahun ke depan, dunia akan mengakui lahan gambut Indonesia sebagai arsip dunia," tegas Menteri LHK.(Ant/X-11)