Perusahaan Wajib Ikut Jaga Gambut
Kategori : Berita DMSI Posted : Kamis, 16 Agustus 2018

ANTARA/Widodo S. Jusuf

mediaindonesia.com

16 Agustus 2018

Penulis: (Ind/H-2)

http://mediaindonesia.com/read/detail/178903-perusahaan-wajib-ikut-jaga-gambut

Perusahaan Wajib Ikut Jaga Gambut

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau ulang izin konsensi perusahaan yang wilayahnya masuk dalam peta area pemulihan gambut.

Hal itu penting untuk memastikan tidak adanya perusakan ekosistem gambut. Pasalnya, berdasarkan pantauan Walhi di sejumlah daerah banyak terjadi kebakaran di areal yang menjadi prioritas restorasi gambut.

Demikian mengemuka dalam diskusi terkait dengan pemulihan ekosistem lahan gambut dan penegakan hukum di Jakarta, pada Rabu (15/8). "Evaluasi perizinan penting dilakukan guna menjamin komitmen perusahaan dalam merestorasi dan menjaga lahan gambut, termasuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di kawasan konsensi," ujar Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati.

Berkaca pada kebakaran hutan dan lahan pada 2015, lanjutnya, banyak lahan gambut terbakar akibat kesalahan tata kelola. Walhi juga menekankan bahwa restorasi semestinya tidak hanya memastikan lahan gambut tetap basah, tetapi memastikan lahan gambut yang rusak pulih kembali.

Pada kesempatan sama, Dirjen Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah, menegaskan LHK tidak akan memberikan dan mengesahkan rencana kerja usaha yang diajukan perusahaan apabila dokumen lingkungan tidak sesuai.

Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, menyampaikan dari total 2 juta hektare lahan gambut yang direstorasi, 1,4 juta hektare lahan berada di kawasan konsesi, 600 ribu hektare ada di kawasan hutan lindung, dan 400 ribu hektare ada di kawasan masyarakat. Foead mengakui bahwa restorasi membutuhkan waktu yang cukup lama yakni bertahun-tahun.

"Restorasi tidak hanya pembasahan lahan gambut, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Kami melakukan asistensi kepada masyarakat."

Mengenai kebakaran di lahan gambut yang menjadi prioritas pemulihan, ia menjelaskan belum semua areal tersentuh program restorasi sebab prosesnya bertahap. Ia menekankan yang terpenting ialah menjaga lahan gambut tetap basah. "Sehingga ketika terjadi kebakaran tidak parah," ujarnya.

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung