Tawaran Menarik Kongo untuk Pengusaha Sawit RI
Kategori : Berita DMSI Posted : Senin, 10 September 2018

(Foto: Istimewa)

inilah.com

10 September 2018

https://ekonomi.inilah.com/read/detail/2479003/tawaran-menarik-kongo-untuk-pengusaha-sawit-ri

Tawaran Menarik Kongo untuk Pengusaha Sawit RI

INILAHCOM, Jakarta - Republik Demokratik Kongo mengundang pengusaha Indonesia untuk mengembangkan industri kelapa sawit di negerinya. Undangan ini sangat serius lho.

Tak sedang bercanda, Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Republik Demokratik (RD) Kongo, HE Leonard She Okitundu mengatakan itu di depan para pengusaha kelapa sawit Indonesia yang tergabung Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Berdasarkan rilis kepada media, Jakarta, Minggu (9/9/2018), pernyataan tersebut terungkap dalam pertemuan di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (7/9/2018). Dalam acara itu, GAPKI menjadi tuan rumah.

Saat itu, Deputi Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri HE Leonard She Okitundu didampingi HE Mossi Nyamale Rosette (Dutabesar Kongo untuk Indonesia), Sayiba Tambwe Patient (Director General of OGEFREM Govt. Multimodal Fret Management Office).

Adapula, Nkinzo Kamole Bahire Anthony (Director General of ANAPI-National Agency for Investments), Sakombi Ilunga Michael (politisi sekaligus penasehat diplomatik), Amour Zalia (Advisor to the VPM). Kasongo Musenga (First Counsellor), Beya Nkashama (Adm. Officer), Francoise Buela Konde (Atase Pers), dan Isral Munene Alain (Atase Keamanan).

Sementara dari GAPKI diwakili Mukti Sardjono (Direktur Eksekutif), Edi Suhardi (Ketua Kompartemen Hubungan Stakeholders), Rianto Hanafiah (Ketua Kompartemen Hubungan Industrial), Steaven Halim (Sekretaris III), dan Norman Fajar (Ketua Kompartemen Sektor Publik).

Mukti memaparkan, industri sawit Indonesia mampu berkontribusi terhadap pangsa pasar minyak sawit dunia, serta berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Ada beberapa peluang kerjasama yang terbuka antara Indonesia dan RD Kongo seperti investasi refinery, pembangunan perkebunan kelapa sawit, transfer pengetahuan tentang pengelolaan perkebunan kelapa sawit, dan kerja sama kampanye positif sawit bersama.

"Saat ini Indonesia mengekspor minyak goreng dalam bentuk kemasan jadi, sangat baik jika di RD Kongo dapat dibuka investasi refinery. Untuk investasi ini tentunya perlu mendapatkan akses kemudahan seperti keringanan bea masuk impor minyak sawit ke RD Kongo," ujar Mukti.

Deputi Perdana Menteri RD Kongo menyambut baik pemaparan Mukti dan sangat tertarik untuk segera merealisasikan kerjasama yang ditawarkan oleh GAPKI. "Kami sangat tertarik dengan usulan kerjasama ini karena memang tujuan utama kami berkunjung ke Indonesia adalah untuk menarik pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di RD Kongo. Kita sekarang dapat segera membicarakan kerjasama ini dalam bentuk nyata dalam waktu dekat ini," ujar Leonard She Okitundu di sela pertemuan.

Informasi saja, pada 1960-an, RD Kongo adalah negara 5 terbesar penghasil minyak sawit. Seiring dengan waktu berjalan dan kondisi politik negara yang tidak mendukung mengakibatkan industri sawit tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Saat ini, kondisi politik sudah baik dan RD Kongo berniat untuk menghidupkan kembali industri kelapa sawit. Dalam pertemuan diketahui saat ini ada sekitar 10 juta hektar lahan yang tersedia di RD Kongo yang bisa digarap untuk agrikultur, termasuk lahan perkebunan kelapa sawit yang terabaikan.

RD Kongo juga menawarkan kemudahan investasi antara lain fasilitas perizinan, keamanan, nol persen untuk pajak pertambahan nilai dan penghasilan. Pihak Kongo berharap dalam waktu dekat para pengusaha yang tergabung di GAPKI dapat memanfaatkan peluang kerjasama yang terbuka saat ini, termasuk untuk meluaskan pasar baru ekspor minyak sawit maupun kerjasama dalam bentuk lain ke RD Kongo.

Pengembangan sawit di RD Kongo sangat menjanjikan mengingat negara itu berpenduduk lebih dari 80 juta jiwa, dan berada di tengah benua Afrika, sehingga pemasaran ke negara tetangga sangat memungkinkan. [ipe]

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung