
mediaindonesia.com
31 Oktober 2018
Penulis: (Dhk/H-2)
http://m.mediaindonesia.com/read/detail/194487-delegasi-kongo-pelajari-pengelolaan-gambut-indonesia
Delegasi Kongo Pelajari Pengelolaan Gambut Indonesia
KUNJUNGAN ke Indonesia dalam rangka The 4th Intergovermental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-Based Activities (IGR-4) juga dimanfaatkan delegasi Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo untuk mempelajari pengelolaan gambut di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Kongo yang juga menjabat Menteri Pariwisata Arlette Soudan-Nonault langsung memanfaatkan waktu sebelum pembukaan IGR-4 dengan mengunjungi Kalimantan Barat untuk melihat kegiatan perlindungan gambut di Indonesia. Selain ke Kalbar, Soudan-Nonault bersama pejabat Republik Kongo juga menghadiri peresmian Pusat Gambut Tropis Internasional (International Tropical Peatland Center/ITPC).
ITPC merupakan pusat riset gambut internasional yang mewadahi berbagai kegiatan riset, berbagi pengalaman, serta kebijakan dalam mengelola gambut.
"Kami melihat adanya kebutuhan untuk mengumpulkan pengetahuan dan mengembangkan kapasitas untuk meningkatkan aksi pelestarian lahan gambut tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara tropis lainnya," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya seusai meluncurkan ITPC di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin.
Turut hadir dalam peluncuran tersebut Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Demokratik Kongo Jose Ilanga Lofonga, Direktur Eksekutif UN Environment Programme (UNEP) Erik Solheim, dan Koordinator Kebijakan dan Sumber Daya Kehutanan Food and Agriculture Organization (FAO) Tina Vanhanen.
Menteri Arlette Soudan-Nonaults dan Direktur Jenderal Jose Ilanga Lofonga mengapresiasi pengelolaan lahan gambut RI yang mereka nilai telah maju. Pemerintah dinilai tak hanya sukses melakukan manajemen gambut tapi juga melakukan restorasi.
Menurut Menteri Arlette, lembah gambut di Kongo merupakan ekosistem gambut terbesar kedua di dunia. Kehadiran pemerintah Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo ke Indonesia untuk mempelajari pengelolaan gambut amat penting dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, dan kebijakan.
"Kami di sini untuk berbagi dan bertukar pengetahuan, pengalaman, serta membangun kerja sama. Indonesia memiliki pengalaman pengendalian kebakaran di lahan gambut, restorasi gambut, dan kami akan belajar dari Indonesia," ujarnya.