Mahathir Tak Akan Ubah Sikap soal Muslim Kashmir meski India Ancam Boikot Sawit Malaysia
Kategori : Berita DMSI Posted : Rabu, 23 Oktober 2019

Mahathir Mohamad (Foto: AFP)

inews.id

22 Oktober 2019

Oleh: Anton Suhartono

https://www.inews.id/news/internasional/mahathir-tak-akan-ubah-sikap-soal-muslim-kashmir-meski-india-ancam-boikot-sawit-malaysia

 

Mahathir Tak Akan Ubah Sikap soal Muslim Kashmir meski India Ancam Boikot Sawit Malaysia

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan tak akan mengubah apalagi menarik pernyataannya soal dukungan terhadap muslim Kashmir yang kini berada dalam kekangan Pemerintah India.

Seperti diketahui, India mencabut status otonomi khusus untuk wilayah yang dihuni oleh mayoritas umat Islam itu dan sempat memberlakukan status darurat dengan menerjunkan tentara dan membatasi aktivitas warga.

Pernyataan soal dukungan terhadap Kashmir itu disampaikan Mahathir saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada 27 September 2019. Mahathir mengatakan, India dan Pakistan harus bekerja sama menyelesaikan konflik di Jammu dan Kashmir.

Menurut pria 94 tahun itu, ketegangan hubungan antara Malaysia dan India tak akan mengubah sikapnya tentang Kashmir.

Dia menegaskan, pernyataan itu hanya menegaskan kembali resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal Kashmir yang harus ditaati semuah pihak, termasuk India.

"Kami menyuarakan pandangan kami dan tidak akan menarik dan mengubahnya. Kami merasa rakyat Kashmir telah mendapat manfaat dari resolusi PBB dan semua yang kami katakan adalah bahwa kita harus patuh, tidak hanya India dan Pakistan, bahkan Amerika Serikat dan negara-negara lain. Kalau tidak, apa gunanya ada PBB," kata Mahathir, dikutip dari The Star, Selasa (22/10/2019).

Lebih lanjut Mahathir memaklumi bahwa pernyataannya itu memicu kebencian dari pihak India. Dia juga menyadari dampaknya yakni membuat hubungan kedua negara tegang.

"Kadang-kadang hubungan kita tegang, tapi kami tetap ingin bersahabat dengan semua orang. Malaysia merupakan negara perdagangan, kami butuh pasar dan karenanya kami baik kepada semua orang," tuturnya.

"Tapi juga, kita harus berbicara untuk orang lain. Jadi, kadang-kadang apa yang kita katakan disukai oleh sebagian dan tidak disukai oleh sebagian lainnya," katanya, menegaskan.

Pernyataan ini disampaikan setelah asosiasi pengusaha India menyarankan anggotanya tidak membeli kelapa sawit dari Malaysia, sebagai bentuk protes atas pernyataan Mahathir.

Namun Mahathir tidak terpengaruh dengan seruan itu dengan mengatakan pemerintah telah mempelajari efek dari pemboikotan ini.

"Ini bukan pemerintah India, jadi kita harus mencari tahu bagaimana bisa berurusan dan berkomunikasi dengan orang-orang ini," ujarnya.

Nilai ekspor kelapa sawit Malaysia ke India pada 2018 mencapai 1,65 miliar dolar AS.

 

Editor : Anton Suhartono

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung