
investor.id
27 Juli 2020
https://investor.id/business/program-b30-harus-konsisten-dijalankan
Program B30 Harus Konsisten Dijalankan
JAKARTA, investor.id –Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung menyatakan, di tengah pandemic Covid-19 ini yang mana banyak negara belum sepenuhnya pulih ekonominya, Indonesia sudah sangat tepat apabila memperbesar pasar domestik dengan komit menjalankan program B30 secara efektif.
“Jangan ditunda atau diperlambat tapi harus dilanjutkan dan diefektifkan karena untuk saat ini sulit mengandalkan permintaan internasional,” kata Tungkot Sipayung kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.
Tungkot menuturkan, yang akan membangkitkan harga tandan buah segar (TBS) sawit petani tentunya program B30, program ini akan menjadi lokomotif untuk menarik industri sawit hulu-hilir.
“Bagaimana supaya jalan dan efektif di tengah pandemi, caranya pemerintah bisa memberi stimulus kepada BUMN dalam hal ini PT Pertamina, kasih uang ke Pertamina, sehingga bisa membeli biodiesel sesuai harga yang ditetapkan, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) terserap, harga TBS bagus. Besarannya tidak harus besar,” jelas Tungkot.
Di sisi lain, pemerintah juga bisa menginstruksikan produsen biodiesel untuk memprioritaskan pasokan sawit dari petani di sekitar areal operasionalnya, ini bentuk stimulus bagi petani saat Covid-19.
Program B30 saat ini telah menjadi komitmen atau mandatory sehingga wajib dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) dan pelaku usaha biofuel.Meskipun saat ini dalam kondisi tidak menguntungkan karena harga minyak rendah dan pandemic Covid-19, namun B30 akan tetap jalan karena sudah menjadi mandatori. Program B30 akan menjadi instrument stimulus bagi pemerintah untuk menarik industri hulu-hilir sawit berkembang lebih pesat.
“Dalam memulihkan kondisi akibat Covid-19, pemerintah menyusun program stimulus dan yang dipilih adalah sektor yang bisa memberikan dampak luas terhadap terciptanya kesempatan kerja, pendapatan, ekspor, dan substitusi barang impor, dan sektor itu adalah industri hilir biodiesel,” jelas dia.
Sementara itu, realisasi program B30 diperkirakan tidak bisa berjalan penuh tahun ini karena dampak virus Covid-19. Ketua Harian Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, berdasarkan data produksi dan distribusi Aprobi pada April 2020, untuk produksi mencapai 702.489,552 kiloliter dengan total distribusi domestik mencapai 643.131,979 kiloliter.
“Sampai saat ini penyerapan biodiesel belum full karena pandemi yang menyerang dan pemakaian solarnya juga berkurang,” ujar Paulus Tjakrawan.
Dia menuturkan, program B30 masih akan tetap berjalan namun pihaknya belum menghitung volumenya apakah akan berkurang atau tidak. Realisasi program B30 tahun ini memang terhambat karena Covid-19 tetapi programnya akan tetap dilanjutkan di era new normal. Tidak mungkin program B30 dihentikan karena sudah menjadi prioritas utama pemerintah dan Presiden Joko Widodo menjadikan program B30 ini sebagai concern utama di masa jabatannya. (tl/dho) Investor Daily /elgor
Sumber : Investor Daily
Penulis: Investor Daily