Konferensi Pers 11 April 2017: Sikap DMSI terhadap Parlemen UE
Kategori : Berita DMSI Posted : Selasa, 11 April 2017

Konferensi Pers tgl. 11 April 2017, di Kantor DMSI - Jakarta

RESPONS terhadap sikap parlemen UE


Menanggapi sikap/mosi parlemen UE  tentang minyak sawit Indonesia, DMSI bersama seluruh asosiasi - asosiasi industri sawit Indonesia menyampaikan pernyataan sbb:

 

1.   Indonesia sebagai negara berkembang telah mampu mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik berkat adanya peluang yang tersedia oleh perkebunan dan industri sawit, sehingga  kemiskinan telah dapat dikurangi secara signifikan diberbagai daerah pedalaman Indonesia yang semula sangat berkekurangan bahkan mungkin menurun sampai menderita kelaparan.

 

2.   Ketika dunia disadarkan akan ancaman pemanasan global, industri sawit ikut sadar dan melakukan koreksi dengan bergerak ke arah praktek yang berkelanjutan.

 

3.   Pada saat yang sama sangat diharapkan agar masyarakat dunia memberi kesempatan bagi industri sawit untuk melanjutkan langkah-langkah kearah sustainability yang sudah dimulai secara sungguh-sungguh sejak tahun 2011 dengan penerapan standar ISPO yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. 

 

4.    UE yang mempromosikan perdagangan bebas tentu dapat memahami, bahwa tuntutan keinginan memajukan perekonomian telah menjadi penyebab adanya praktek yang tidak semestinya dipandang dari standar negara maju hal mana segera dikoreksi seperti yang dilakukan juga di UE setelah menyadari sesuatu hal yang tidak sustainable.

 

5.   UE selayaknya memberi kesempatan kalaupun tidak membantu dengan  tetap menjaga perdagangan bebas sepenuhnya tanpa menggunakan halangan non tarif apalagi dengan  mencari-cari alasan yang masih perlu pembuktian.

 

6.   Perlu disadari andaikan 10 juta ton sawit untuk  memenuhi kebutuhan UE digantikan dengan minyak repeseed dan minyak bunga matahari maka diperlukan area tanam baru seluas 15 juta hektar atau hampir 4x luas negara Belanda yang akan mengorbankan vegetasi lain sehingga akan mengganggu kelestarian lingkungan dan menambah emisi karbon.

 

7.  Penting sekali agar UE memelihara sikap saling menghargai agar petani sawit Indonesia yang sangat memperhatikan himbauan masyarakat UE untuk  menjaga kelestarian lingkungan tidak akan berubah sikap.

 

8.  Kepada Komisi UE dan Presiden UE kami menyampaikan harapan agar dalam mempertimbangkan resolusi parlemen UE tersebut sangat memperhatikan kesungguhan produsen minyak sawit Indonesia dalam mencapai praktek sustainable palm oil sepenuhnya dengan menolak resolusi yang tidak adil ini.

 

 

Demikianlah pernyataan sikap DMSI.    

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung