
inilah.com
11 April 2017
Oleh : M fadil djailani
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2372020/resolusi-sawit-eropa-di-mata-menteri-malaysia
Resolusi Sawit Eropa di Mata Menteri Malaysia
INILAHCOM, Jakarta - Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi soal sawit, serta pelarangan biodiesel berbasis sawit. Alasannya memicu deforestasi, korupsi, pekerja anak, hingga pelanggaran HAM.
Menanggapi hal ini, Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong tak terima. Sikap parlemen Eropa ini layak disesalkan, bisa memicu perdagangan tak sehat di era global.
"Negara-negara yang tergabung dalam CPOPC (Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC) atau Dewan Produsen Sawit menyepakati untuk mulai membangun kerja sama karena terlalu banyak kampanye yang tak sesuai di sektor minyak sawit, terutama dari Eropa," kata Siew Keong di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (11/04/2017).
"Jadi, kami akan mengadakan joint mission untuk menghadapi serangan pada sektor minyak sawit kita. Kami akan bersama dengan negara-negara penghasil minyak sawit lain, seperti Thailand, Kolombia, Papua Nugini, kita semua negara yang tergabung dalam CPOPC, kita bisa memberikan hasil pada pemasaran produk kita," tambah dia.
Menurutnya, selama ini, industri sawit berkontribusi besar terhadap perekonomian Malaysia dalam beberapa dekade terakhir. Dengan nilai ekspor yang cukup tinggi, sektor ini dinilai mampu menopang perekonomian bagi masyarakat kecil di Malaysia.
"Bagi Malaysia, minyak sawit merupakan komoditas yang penting dan menjadi ekspor komoditas yang terbesar. Kami memiliki begitu banyak petani yang menggantungkan hidupnya di minyak sawit. Di Malaysia ada sekitar 600 ribu petani kecil yang menghidupi keluarganya di sektor minyak sawit. Makanya kami harus menghadapi berbagai disktriminasi ini," tandasnya.[ipe]