
merdeka.com
9 Mei 2017
Reporter : Irwanto
Kebakaran 2015, 736 ribu hektar hutan di Sumsel dinyatakan rusak
Merdeka.com - Sebanyak 736 ribu hektar hutan di Provinsi Sumatera Selatan dinyatakan rusak. Kerusakan dominan disebabkan kebakaran hutan dan lahan 2015.
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengungkapkan, untuk memperbaiki atau melakukan restorasi hutan rusak itu memerlukan banyak biaya. Tak hanya anggaran dari APBD, dana dari pemerintah pusat (APBN) juga belum tentu mampu mencukupi.
"736 Ribu hektar hutan yang rusak akibat kebakaran 2015. Sulit direstorasi atau direvitalisasi, APBD tak mampu, APBN juga," kata Alex, Senin (8/6).
Untuk itu, pihaknya menggandeng banyak NGO yang peduli terhadap lingkungan untuk membantu memperbaiki hutan yang rusak. Paling tidak, ada sebelas lokasi yang digarap enam NGO.
"Kita mengajak pihak kedua dan ketiga untuk membantu. Kita masih cari negara-negara yang peduli," ujarnya.
Dia menambahkan, gelaran Bonn Challange di Sumsel kali ini dimanfaatkan untuk menunjukkan kepada 27 negara peserta untuk melihat secara langsung kondisi hutan di Bumi Sriwijaya ini. Sumsel sendiri mengajukan 400 ribu hektar dari 150 juta hektar hutan yang ditargetkan direstorasi hingga 2020 mendatang.
"Di OKI (Ogan Komering Ilir), ada daerah yang telah direstorasi karena kebakaran 2010 lalu, hasilnya bagus. Delegasi Bonn Challange diajak ke sana, dan harapannya dibantu," pungkasnya.
[msh]