
bisnis.com
8 Mei 2017
Oleh : Hafiyyan
http://market.bisnis.com/read/20170508/94/651823/javascript
HARGA CPO: Permintaan Jelang Ramadan Jadi Faktor Utama
Bisnis.com, JAKARTA--Harga minyak kelapa sawit diperkirakan masih mengalami penguatan kendati mengalami isu negatif dari sejumlah importir seperti Uni Eropa dan India.
Deddy Yusuf Siregar, Analis Asia Tradepoint Futures menilai faktor penguatan permintaan menjelang Ramadan akan menjadi sentimen utama yang menopang harga CPO. Pada akhir Juni 2017, rerata harga akan bergerak di dalam rentang 2.690--2.750 ringgit per ton.
Pada perdagangan Senin (8/5/2017) pukul 16:19 WIB, harga CPO kontrak Juli 2017 di bursa Malaysia meningkat 24 poin menuju 2.602 ringgit (US$600,02) per ton. Ini merupakan level tertinggi sejak pekan pertama April 2017.
"Permintaan jelang Ramadan masih mendominasi dibandingkan sentimen lainnya," tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (8/5/2017).
Pasar CPO memang mendapatkan tantangan dari tuduhan anti dumping dari India. Sebelumnya pada April 2017, Uni Eropa mengeluarkan resolusi sawit terkait isu lingkungan, sehingga berencana mengurangi konsumsi.
Menurut Deddy, sentimen tersebut memang memberikan dampak negatif terhadap pasar CPO. Namun, sifatnya hanya sementara karena ada upaya pembenahan dari negara-negara produsen.
Dalam waktu dekat, pasar akan menanti data ekspor Malaysia pada periode 1Mei-10 Mei 2017 dari Intertek Testing Service untuk melihat volume permintan. Sebelumnya berdasarkan data Intertek, pengapalan CPO ke luar negeri pada April 2017 naik 4,62% month on month (mom) menjadi 1.125.942 ton dari periode yang sama di bulan sebelumnya sebesar 1.076.240 ton.
Indikasi peningkatan permintaan juga datang dari Indonesia. Pada kuartal I/2017, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) mengantongi pungutan ekspor sebesar Rp3,3 triliun, naik 17,85% year on year (yoy) dari triwulan 1/2016 sejumlah Rp2,8 triliun.
"Meningkatnya pungutan ekspor pada kuartal I mengindikasikan pasar CPO saat ini baik-baik saja," tuturnya.
Konsumsi CPO Indonesia juga akan meningkat seiring dengan bertumbuhnya produksi biodiesel. Mengutip data Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, penyerapan biodiesel di tanah air pada 2017 akan meningkat menjadi 4,6 juta kilo liter (kl) dari 2016 sejumlah 3,3 juta kl.
Editor : Fajar Sidik