Pengusaha Sawit Khawatirkan Dampak Larangan Prancis
Kategori : Berita DMSI Posted : Jum'at, 07 Juli 2017

Ilustrasi kelapa sawit - Reuters/Samsul Said

bisnis.com

7 Juli 2017

Oleh : Nurhadi Pratomo

http://industri.bisnis.com/read/20170707/12/669380/pengusaha-sawit-khawatirkan-dampak-larangan-prancis

Pengusaha Sawit Khawatirkan Dampak Larangan Prancis

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha kelapa sawit mewaspadai dampak larangan penggunaan minyak sawit dalam produksi biofuel Prancis. Otoritas setempat menyebut langkah tersebut bertujuan mengurangi kerusakan hutan di negara pengekspor komoditas itu.

Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menyatakan secara pangsa pasar, impor minyak sawit Perancis dari Indonesia memang kecil. Namun, dia mewaspadai larangan tersebut menyebar ke negara lainnya.

“Sebenarnya kalau mau liat secara realistis pasar mereka tidak besar. Jadi, kalau kondisi sekarang memang belum berpengaruh,” ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (7/7/2017).

Dia mengatakan pemerintah dan pelaku usaha akan turun tangan secara bersamaan untuk mengatasi masalah tersebut. Pasalnya, jika didiamkan hal tersebut akan berdampak terhadap ekspor minyak sawit Indonesia.

Sekertaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menilai negara-negara Eropa selalu berupaya menghambat kinerja ekspor produk unggulan Indonesia. Pihaknya menyatakan akan segera mengambil langkah terkait larangan yang dikeluarkan oleh Perancis.

“Segala opsi akan dilakukan untuk membela kepentingan nasional. Kita bisa membuat balasan tetapi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” paparnya.

Karyanto menyatakan akan membicarakan permasalahan tersebut dengan lintas kementerian dan lembaga (K/L). Pasalnya, dia menilai bakal terus dikeluarkan hambatan dari negara-negara Eropa.

Seperti diketahui, Kamis (6/7/17) waktu setempat, Menteri Lingkungan Hidup Perancis Nicolas Hulot mengatakan akan mengambil langkah untuk melarang penggunaan minyak sawit dalam produksi biofuel guna mencegah kerusakan hutan di negara eksportir. Indonesia dan Malaysia merupakan eksportir minyak sawit terbesar di dunia.

GAPKI mencatat keseluruhan konsumsi CPO Indonesia pada 2016 yakni 11,06 juta ton. Pada kuartal I 2017, jumlah konsumsi CPO domestik sebanyak 2,73 juta ton.

Sementara itu, stok minyak sawit Indonesia menciut dari 27% pada Februari 2017 menjadi 1,4 juta ton di Maret 2017. Tingginya ekspor yang belum sejalan dengan peningkatan produksi dinilai oleh GAPKI menjadi penyebab hal tersebut. 

Editor : Martin Sihombing

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung