
borneonews.co.id
11 Juli 2017
http://www.borneonews.co.id/berita/68988-gapki-khawatir-langkah-perancis-diikuti-uni-eropa
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencemaskan keputusan Perancis untuk mengurangi pemakaian minyak sawit untuk campuran biodiesel akan diikuti negara Uni Eropa lainnya.
Menurut Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan, di Jakarta akhir pekan lalu, jika negara-negara Uni Eropa mengikuti langkah Perancis, hal itu akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Perancis Nicolas Hulot menyatakan pemerintahnya akan mengambil langkah untuk membatasi penggunaan minyak sawit untuk biofuel. Keputusan itu diambil dengan alasan untuk mengurangi deforestasi di negara-negara penghasil sawit.
Wacana Perancis itu merupakan tekanan terbaru dari dunia internasional terhadap industri minyak sawit.
Meski Perancis bukan pasar ekspor utama minyak sawit Indonesia, tapi dikhawatirkan langkah Perancis akan diikuti sejumlah anggota Uni Eropa lainnya, ujar Fadhil.
"Akan sangat berdampak jika kebijakan itu diikuti beberapa negara lain di Eropa," imbuhnya.
Indonesia mengekspor 4,37 juta ton minyak sawit ke Uni Eropa pada 2016, yang merupakan volume ekspor terbesar kedua setelah India. (NEDELYA RAMADHANI/m)