
infosawit.com
12 Juli 2017
http://www.infosawit.com/news/6667/magnesium-stearat-turunan-sawit-sebagai-bahan-baku-farmasi
Magnesium Stearat Turunan Sawit Sebagai Bahan Baku Farmasi
InfoSAWIT, JAKARTA - Salah satu faktor pendorong tumbuhnya industri farmasi adalah meluasnya jangkauan kepesertaan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan yang mencapai 175 juta anggota hingga Maret 2017, atau 66% dari keseluruhan populasi penduduk Indonesia.
Dengan akses untuk memperoleh layanan JKN yang semakin luas dan mudah dimasyarakat, hal ini berdampak terutama pada perkembangan industri farmasi, khususnya pertumbuhan konsumsi obat yang semakin tinggi.
Akan tetapi, melihat kenyataan bahwa jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan obat-obatan yang meningkat serta didukung pula oleh pertumbuhan industri farmasi dengan kontribusi kurang lebih 27% dari total pangsa pasar farmasi ASEAN, Indonesia memenuhi kebutuhan bahan baku obat masih bergantung dari impor yaitu sekitar 95%, terutama Cina dan India.
Ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku obat impor inilah yang membuat pengendalian terhadap bahan baku obat menjadi aspek kritis dalam mencapai kemandirian bahan baku obat.
Ketergantungan akut terhadap bahan baku obat impor diperkirakan dapat berkurang apabila bahan baku tersebut dapat diproduksi sendiri. Industri farmasi yang ada di Indonesia saat ini pada dasarnya merupakan industri formulasi atau produksi pada tahap akhir (produk obat jadi) tetapi masih sangat minim industri yang memproduksi bahan baku obat dan bahan baku antara, yang kebutuhannya hampir semua masih diimpor.
Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut perlu adanya pengkajian dan penelitian mengenai produk farmasi terutama obat-obatan secara intensif sehingga nantinya dapat dihasilkan bahan baku obat secara mandiri dan berkelanjutan.
Salah satu turunan minyak sawit yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai bahan baku obat ialah magnesium stearat. Magnesium stearat, merupakan salah satu jenis logam stearat berwarna putih dan berbentuk padat pada suhu kamar. Senyawa ini memiliki rumus kimia Mg(C18H35O2)2. Magnesium stearat tidak larut dalam air, dan umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi manusia pada tingkat di bawah 2500 mg/kg per hari.
Magnesium stearat merupakan bahan aditif di industri farmasi yang sering digunakan sebagai pengencer dalam pembuatan tablet medis, kapsul dan bubuk. Diantara bahan pengisi dan pelincir tablet, magnesium stearat juga merupakan bahan yang paling banyak volume penggunaannya diantara jenis logam stearat yang lain seperti kalsium/zink/alumunium stearat. Magnesium stearat digunakan pada lebih dari 2500 sediaan farmasi dengan 108 formula dari 200 formula atau lebih dari 50% sediaan farmasi menggunakan produk tersebut untuk eksipien di industri farmasi.
Hingga kini belum ada industri farmasi dalam negeri yang memproduksi magnesium stearat sehingga semuanya harus dipenuhi produk impor, sehingga dikhawatirkan ketergantungan pada bahan baku impor akan semakin besar. (Heryoki Yohanes/Pusat Teknologi Agroindustri – BPPT)