
Koran Kompas
14 Juli 2017
KEBAKARAN LAHAN
Dorong Peran Masyarakat dalam Restorasi Gambut
BANGKINANG, KOMPAS - Badan Restorasi Gambut menggalang partisipasi masyarakat untuk mempercepat restorasi ekosistem gambut. Itu bertujuan mencegah berulangnya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Selain membangun sekat kanal yang menyimpan air secara pasif, peran warga diperkuat, terutama di lokasi vital, untuk mencegah dan memadamkan api.
Penguatan peran warga dilakukan melalui pembekalan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah provinsi dengan pemberian alat pembasahan lahan lewat pengoperasian sumur bor. Sejak 2016, BRG melatih kelompok MPA di Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah terkait cara membuat sumur bor dan memakai pompa air.
"Ini jadi bagian pencegahan dan respons cepat melalui pemulihan ekosistem hidrologi gambut. Sebab, sekat kanal menyimpan air secara pasif dan sumur bor bersifat aktif menambah air. Jadi, sekat kanal dan sumur saling memerkuat," kata Kepala BRG Nazir Foead saat meninjau sumur bor dan pompa air di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (13/7).
Nazir, didampingi Deputi IV Haris Gunawan dan Deputi II Alue Dohong, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Provinsi Riau Yul Wiriati Moesa, meminta MPA Desa Rimbo Panjang mengoperasikan pompa air dan membasahi lahan gambut di sekitar sumur bor. Ada 150 titik sumur bor di lahan gambut di desa itu seluas 10.000 hektar.
Menurut Alue, sejak 2016, BRG melatih para relawan MPA untuk membuat sumur dan mengoperasikan pompa air. Selain 150 sumur bor di Pekanbaru, MPA juga membangun 220 sumur bor di Pulang Pisau, Kalteng dan 50 sumur bor di Banjarbaru, Kalsel. Setiap 10 sumur dilengkapi satu pompa dan selang.
"Karena kebakaran tahun 2015 amat parah di Pulang Pisau, pada 2017 terbangun 600 unit dengan dana Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), dengan dana APBN 2017 akan dibangun 6.400 unit," kata Alue.
Selain biaya lebih murah, penggalian sumur bor oleh MPA bisa memakai tangan. Rahman (42), anggota MPA Rimbo Panjang, mengatakan, pihaknya butuh waktu 30 menit sampai 1 jam untuk menggali sumur.
Sebelum ada pompa air, warga memadamkan api memakai ranting dan kayu. "Kami potong kayu lalu gubuk api dengan kayu, tetapi apinya sudah dipadamkan," kata Nopri, anggota MPA Rimbo Panjang. (SON)