BIOMASSA: Cangkang Masa Depan Industri Sawit
Kategori : Berita DMSI Posted : Senin, 24 Juli 2017

Ilustrasi : Bisnis

bisnis.com

24 Juli 2017

Oleh : Sri Mas Sari

http://industri.bisnis.com/read/20170724/99/674518/biomassa-cangkang-masa-depan-industri-sawit

BIOMASSA: Cangkang Masa Depan Industri Sawit

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) memandang ekspor cangkang sawit untuk kebutuhan biomassa adalah masa depan industri sawit Indonesia.

Ketua Umum Perhepi Bayu Krisnamurthi mengatakan pengapalan cangkang sawit ke Jepang memberi gambaran bahwa Indonesia mulai mendiversifikasi ekspor produk sawit dengan tidak hanya mengapalkan minyak goreng, oleochemical, dan biodiesel.

"Prospek sawit menjadi lebih terbuka di tengah kita menghadapi usaha mengelola harga CPO [melalui kebijakan penyerapan CPO dalam negeri untuk biodiesel] yang hari-hari ini sedang turun sedikit. Tapi kalau kita punya produk yang tidak berbasis cairan, kita akan tertolong," katanya, Senin (24/7/2017).

Menurut dia, pengusaha Indonesia dan Jepang telah meneken kontrak pengapalan cangkang sawit hingga 10 tahun ke depan senilai US$1,5 miliar. Seperti diketahui, Negeri Matahari Terbit tengah mengerek energi baru terbarukan (EBT) dalam energy mix mereka, salah satunya dengan menggunakan bioenergi yang berasal dari cangkang sawit.

Mantan wakil menteri perdagangan itu sebelumnya menyebutkan harga cangkang sawit sekitar US$80 per ton free on board (FOB) atau US$110-US$120 per ton cost, insurance, freight (CIF).

Dalam hitungannya, dengan proyeksi permintaan CPO dari Indonesia mencapai 60 juta ton pada 2045, maka ada sekitar 7-8 juta ton cangkang sawit dan 12-25 juta ton tandan buah kosong yang dapat dijual ke pasar global.

 

 

 

 

 

Tabel Produksi Cangkang Sawit (juta ton)

Tahun

*CPO

**Cangkang Sawit

2008

19,2

5

2009

19,4

5,1

2010

21,8

5,7

2011

23,5

6,1

2012

26,5

6,9

2013

27

7

2014

31,5

8,2

2015

32,5

8,5

2016

32

8,4

2017

35,2

9,2

2018

36,3

9,5

2019

38,2

10

2020

40

10,4

*Sumber: FAO, Gapki, Apcasi

**Berdasarkan perhitungan konversi persentase.

***Pertumbuhan karena kondisi cuaca normal setelah El Nino dan El Nina dua tahun terakhir, tanaman sawit yang ditanam pada periode 2012-2013 mulai berproduksi, dan luas area perkebunan hingga 13 juta ha.

 

Editor : Martin Sihombing

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung