Hubungan Bilateral RI-Kosta Rika Pererat Hubungan Diplomatik
Kategori : Berita DMSI Posted : Senin, 04 September 2017

Foto : ANTARA/M Agung Rajasa

koran-jakarta.com

4 September 2017

http://www.koran-jakarta.com/ri-kosta-rika-pererat-hubungan-diplomatik/

 

Hubungan Bilateral

RI-Kosta Rika Pererat Hubungan Diplomatik

Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Kosta Rika Manuel Gonzalez Sanz berkunjung ke Indonesia dan akan secara resmi membuka Kedutaan Besar Kosta Rika di Jakarta Selasa besok ( 5/9). ”Ini merupakan kunjungan Menlu Kosta Rika yang pertama ke Indonesia. Kedatangan Menlu Manuel bertujuan untuk secara resmi membuka Kedutaan Besar Kosta Rika di Jakarta,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Minggu (3/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kosta Rika di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. Kedutaan Besar Kosta Rika merupakan perwakilan diplomatik asing ke-104 dan perwakilan ke-12 negara kawasan Amerika Latin di Jakarta. “Kedutaan besar ini akan memfasilitasi berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Kosta Rika,” ujar Retno.

Menlu Retno menyampaikan bahwa pembukaan kedutaan besar Kosta Rika itu juga menegaskan posisi Jakarta sebagai ibu kota diplomatik ASEAN. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menlu Kosta Rika juga akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN. “Dalam kesempatan ini, saya merasa terhormat dan senang untuk menyampaikan bahwa kami akan membuka kedutaan besar Kosta Rika di negara indah ini,” kata Menlu Manuel Gonzalez Sanz.

Menurut Menlu Sanz, rencana pembukaan kedutaan besar Kosta Rika di Jakarta itu telah dibahas dan direncanakan saat kunjungan Menlu RI ke San Jose pada 2015. ”Kami waktu itu membahas kemungkinan untuk membuka kedutaan besar Kosta Rika di Jakarta. Saya senang kami bisa menjalankan kesepakatan itu. Akhirnya kami memiliki bangunan fisik permanen sebagai kantor perwakilan di Jakarta,” kata dia. Pada tahun ini, Pemerintah Indonesia dan Kosta Rika memperingati 32 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

“Kunjungan saya ke Indonesia juga karena tahun ini kita memperingati 32 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kosta Rika,” ujar Menlu Sanz. Selain mambahas soal politik, khususnya pembukaan Kantor Kedubes Kosta Rika, kedua Menlu membahas mengenai kerja sama Indonesia dan Kosta Rika di berbagai bidang, salah satunya perdagangan.

“Kami membahas prioritas kerja sama di bidang perdagangan. Volume perdagangan antarkedua negara masih belum tinggi tetapi ada tren kenaikan. Pada 2016, nilai perdagangan kedua negara meningkat 97 persen dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujar Menlu Retno. Menurut Retno, tren positif dalam perdagangan kedua negara disepakati untuk terus ditingkatkan melalui pemanfaatan posisi Kosta Rika sebagai pintu masuk bagi pasar Amerika Tengah.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Kosta Rika meningkat hampir dua kali lipat pada 2016 menjadi 59,6 juta dolar AS dibandingkan pada 2015 yang hanya mencapai 30,2 juta dolar AS. Sebagai sesama negara penghasil sawit, Retno pun mengajak Kosta Rika bergabung dalam inisiatif Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (the Council of Palm Oil Producing Countries/ CPOPC) untuk bersama-sama mempromosikan industri kelapa sawit yang lestari.

Selain itu, Menlu menyampaikan ketertarikan industri strategis Indonesia, yaitu PT. INKA, untuk turut berperan dalam proyek kereta api Kosta Rika yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Atlantik, serta proyek kereta api bandara di San Jose. Selanjutnya, kedua Menlu juga membahas energi baru dan terbarukan. sur/Ant/AR-3

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung