Pelindo I Optimalisasi Pelabuhan CPO Terbesar di Sumatera
Kategori : Berita DMSI Posted : Minggu, 22 Oktober 2017

beritasatu.com

22 Oktober 2017

Oleh: / WBP

http://www.beritasatu.com/ekonomi/459451-pelindo-i-optimalisasi-pelabuhan-cpo-terbesar-di-sumatera.html

 

Pelindo I Optimalisasi Pelabuhan CPO Terbesar di Sumatera

Dumai- PT Pelindo I (Persero) terus mengoptimalkan pelabuhan di Kota Dumai, Provinsi Riau, sebagai pelabuhan ekspor kelapa sawit mentah terbesar di Pulau Sumatera, untuk bisa menyerap potensi ekspor di Riau yang mencapai 13 juta ton per tahun.

"Pada tahun 2018 Pelabuhan Dumai akan melakukan investasi cukup besar pada peningkatan fasilitas pelabuhan curah cair untuk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO)," kata GM Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Djuhaery, kepada Antara di Dumai, Minggu (22/10).

Dia mengatakan, fasilitas loading point (pengiriman) curah cair akan ditambah dari semula hanya mampu memompa 200-300 ton per jam ditingkatkan menjadi 500 ton per jam.

Optimalisasi tersebut diyakini akan makin mengukuhkan pelabuhan di pesisir Riau itu sebagai terbesar untuk pelayanan ekspor CPO di Sumatera. Pelabuhan Dumai melayani ekspor CPO hingga sekira enam juta ton per tahun, jauh lebih besar ketimbang Pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara yang melayani sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Pelindo melakukan optimalisasi karena bisnis pelabuhan curah cair di Riau prospektif, dengan potensi ekspor CPO mencapai 13 juta ton per tahun dan berpeluang meningkat. Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai baru bisa menyerap setengahnya saja, dan sisanya diekspor oleh pelaku bisnis sawit yang membuat pelabuhan sendiri.

Selain itu, peluang pengembangan pelabuhan Dumai akan mendukung kinerja industri pelabuhan di Riau, karena ada mega proyek rel kereta api dan jalan tol Sumatera menuju Kota Dumai. Kedua proyek itu akan mempercepat distribusi barang manufaktur yang menggunakan peti kemas dan kelapa sawit.

Pelabuhan Pelindo I Dumai memiliki tiga dermaga, antara lain Dermaga A sepanjang 350 meter untuk general cargo dan pelabuhan penumpang. Dermaga B sepanjang 500 meter untuk loading curah cair dan angkut CPO, dan Dermaga C sepanjang 400 meter selain untuk kapal kontainer juga untuk komoditi curah kering. Khusus untuk Dermaga C, pihaknya menggelontorkan investasi hingga Rp 100 miliar untuk menambah jumlah mobile crane hingga peningkatan fasilitas lapangan penampungan peti kemas.

Pelabuhan Dumai merupakan salah satu dari tiga rute prioritas ASEAN Roro Connectivity sebagaimana yang diamanatkan dalam Master Plan on ASEAN Connectivity. Adapun ketiga rute kapal ASEAN Ro-Ro yaitu Dumai (Indonesia) - Malaka (Malaysia), Belawan - Penang (Malaysia) - Phuket (Thailand), dan Bitung - Davao/General Santos (Filipina).


Sumber: ANTARA

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung