
kontan.co.id
7 November 2017
http://industri.kontan.co.id/news/bakrie-oil-palm-seed-pede-penjualannya-naik-100
Bakrie Oil Palm Seed pede penjualannya naik 100%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ASD Bakrie Oil Palm Seed mengincar penjualan naik di tahun 2017, sejalan dengan program peremajaan kelapa sawit.
“Kami optimistis tahun ini dapat meningkatkan penjualan benih sawit 100% tahun ini,” ujar Direktur Utama PT ASD Bakrie Oil Palm Seed, Andi W. Setianto kepada Kontan.co.id, Selasa (7/11).
Napas optimisme itu diungkapkan Andi melihat dari peningkatan penjualan pada tahun 2017. Penjualan benih sawit anak perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk ini pada periode Januari hingga September 2017 sudah hampir mencapai satu juta benih. Sementara penjualan total tahun 2016 sekitar 650.000.
Andi juga bilang akan melakukan penyuluhan kepada petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Selain itu perubahan manajemen membuat penjualan lebih efektif.
“Perbaikan manajemen membuat penjualan benih pada tahun 2017 meningkat,” terang Andi yang baru menjadi Direktur Utama pada pertengahan tahun 2017.
Benih produksi PT ASD Bakrie Oil Palm Seed diakui sudah terakreditasi dan memiliki sertifikat. Pengambilan sertifikat tersebut dilakukan dengan melakukan presentasi mengenai produk di depan Kementerian Pertanian serta para ahli.
Produktivitas minyak sawit hasil dari benih PT ASD Bakrie Oil Palm Seed diakui dapat mencapai produksi 10 ton per ha. Andi bilang angka tersebut dihasilkan dari lahan sampel yang dimiliki perusahaan.
Selain produktivitas yang tinggi, benih yang merupakan varietas dari benih sawit asal Costa Rica ini dapat berbuah lebih cepat. Bila pada umumnya tanaman sawit mulai berbuah pada tahun ke lima, Andi bilang benih PT ASD Bakrie Oil Palm Seed ini dapat berbuah setelah dua tahun.
Saat ini penjualan PT ASD Bakrie Oil Palm Seed dinilai masih menguasai pasar yang kecil. Dia mengatakan, saat ini penjualan benih hanya sebesar 0,8% dari total penjualan benih sawit. Andi menargetkan akan menaikkan penjualan menjadi 10% dalam 5 tahun ke depan.
Program peremajaan sawit dinilai menjadi peluang dalam meningkatkan penjualan. Hal tersebut terlihat dari masih banyak sawit yang belum diremajakan sudah melewati usia 25 tahun. Selain itu juga masih banyak ditemukan tanaman sawit yang menggunakan benih tidak bersertifikat.
Produktivitas benih tidak bersertifikat jauh lebih sedikit. Hal tersebut menurut Andi lebih baik segera diganti dengan tanaman baru tanpa menunggu hingga usia 25 tahun.
Reporter Abdul Basith
Editor Yudho Winarto