Severity: Notice
Message: Undefined index: image
Filename: core/MY_Controller.php
Line Number: 113
Severity: Notice
Message: Undefined variable: share
Filename: public/beritadmsi.php
Line Number: 303

metrotvnews.com
21 Februari 2017
Oleh: Suci Sedya Utami
Metrotnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian (Menko) Darmin Nasution mengimbau pada pejabat Kementerian Perdagangan untuk mengidentifikasi pasar ekspor nonkonvensional.
Imbauan tersebut dilontarkan Darmin dalam sambutannya di rapat kerja Kementerian Perdagangan yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa 21 Februari 2017.
Hal ini ia lontarkan lantaran, pada rilis kinerja perdagangan Januari 2017 menunjukkan adanya pergeseran pasar ekspor. India, mulai masuk sebagai tiga besar pasar ekspor di bulan pertama tahun ini dengan didominasi oleh sektor batu bara dan palm oil.
"Pertama mengidentifikasi produk yang kita punya, mencari market baru. Kita enggak bisa bertahan dengan ekspor ke AS, Eropa atau Jepang. Januari ekspor kita ke India melampau ke Jepang," kata Darmin.
Selama ini, tutur dia, pemerintah mungkin kurang memperhatikan hal tersebut sehingga tidak pernah mengidentifikasi komoditas yang bisa diekspor ke negara lain.
Dia bilang, masih banyak pangsa pasar baru untuk tujuan ekspor. Di negara-negara Afrika misalnya saja ada Afrika Selatan, Mesir dan juga Nigeria yang memiliki penduduk yang cukup besar dan pendapatan per kapita yang baik. Lalu di Asia Selatan ada India, Pakistan hingga ke Asia Tengah.
"Yang saya harap teman-teman perdagangan mulai identifikasi apa saja barang di negara yang enggak konvensional. Kalau cuma menunggu dunia enggak jelas, kita harus memulai," jelas dia.
Sekadar informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, ekspor Indonesia ke India mencapai 1,32 miliar atau kontribusinya 10,89 persen atas total ekspor. India menggeser Jepang yang biasanya menempati posisi tiga besar didahului oleh Tiongkok dan Amerika Serikat.
(SAW)