
Kompas
30 November 2017
KELAPA SAWIT
Petani Swadaya Didorong Dapatkan Sertifikasi RSPO
JAKARTA, KOMPAS - Industri minyak kelapa sawit yang berkelanjutan terus didorong dalam Pertemuan Tahunan Ke-15 Roundtable on Sustainable Palm Oil di Bali. Bagi pekebun kecil atau petani swadaya, RSPO menyiapkan dana hibah hingga 4 juta dollar AS untuk mendapat sertifikat RSPO.
"RSPO memiliki pendanaan sebesar 4 juta dollar AS bagi pekebun kecil yang bisa digunakan. Beberapa perusahaan besar juga mendukung pekebun kecil untuk mendapatkan sertifikasi," kata Chief Executive Officer Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Datuk Darrel Webber dalam konferensi video dari Bali, Rabu (29/11). Pertemuan Tahunan ke-15 RSPO di Bali digelar Rabu hingga Kamis (30/1).
Dalam pertemuan tahunan ini, dibicarakan prinsip dan kriteria RSPO yang akan ditetapkan pada 2018 atau setiap lima tahun sekali. Salah satu yang diperhitungkan adalah beragamnya para pemangku kepentingan beserta kondisi pasar, termasuk petani swadaya. Berdasarkan data RSPO saat ini terdapat 139.123 petani swadaya RSPO dengan luas lahan bersertifikat seluas 333.345 hektar. Adapun total perkebunan bersertifikat RSPO sebesar 3.2 juta hektar di 16 negara.
Menurut Webber, petani swadaya di Indonesia juga bisa memanfaatkan dana hibah yang kerap digunakan untuk meningkatkan kapasitas petani agar dapat memperoleh sertifikat RSPO. Biasanya dana hibah bagi petani swadaya diberikan bagi kelompok petani atau gapoktan. Masalahnya, proposal pengajuan proposal pemanfaatan dana itu masih minim di Indonesia.
"Jadi, tantangan untuk (petani swadaya) Indonesia adalah bagaimana kita mendorong mereka membuat proposal," ujarnya.
Secara terpisah, Global Outreach and Engagement Director RSPO Stefano Savi mengatakan, hingga saat ini total dana yang telah disalurkan ke petani swadaya secara global Rp33 miliar. Dana itu digunakan untuk mendukung kelompok petani swadaya agar bisa tersertifikasi dengan standar RSPO.
"Di Indonesia, sekitar Rp5,2 miliar telah dialokasikan bagi 6.489 petani swadaya untuk mendapat sertifikat RSPO. Total luasnya 13.313 hektar," kata Savi.
(NAD)