
borneonews.co.id
28 Desember 2017
http://www.borneonews.co.id/berita/82469-felda-protes-keras-kebijakan-diskriminatif-uni-eropa
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan terbesar Malaysia, FELDA, mengutuk keras kebijakan diskriminatif Uni Eropa yang melarang masuknya minyak sawit ke kawasan Benua Biru itu.
Tahun ini, Parlemen Uni Eropa telah meluluskan dua resolusi, yaitu untuk menerapkan skema sertifikasi tunggal minyak sawit berkelanjutan (CSPO) untuk minyak sawit yang masuk ke Uni Eropa setelah 2020 dan untuk menghapuskan minyak sawit dalam program biofuel pada 2020.
Kedua resolusi tersebut diluluskan karena klaim bahwa para pengusaha minyak sawit gagal memenuhi United Nations Sustainable Development Goals (SDG), yang mencakup tanggungjawab dalam hal konsumsi, produksi dan pengelolaan iklim.
Namun demikian, klaim oleh Uni Eropa yang mengaitkan minyak sawit dengan perubahan iklim dan deforestasi adalah langkah tidak adil bagi pengusaha sawit di Malaysia dan juga Indonesia, termasuk para petani kecil sawit. Padahal, mereka itu terbukti mendukung penuh United Nations SDG, kata Ketua Felda, Tan Sri Shahrir Abdul Samad, seperti dikutip The Star.
Shahrir menegaskan bahwa saat ini tak ada lagi deforestasi dalam pembukaan lahan sawit baru, ditambah lagi dengan terus digalakkannya program perlindungan dan rehabilitasi habitat orang utan dan hewan dilindungi lainnya.
“Pemerintah kami juga berkomitmen penuh untuk mempertahankan lebih dari 50% cadangan hutan di Malaysia,” ungkapnya.
Protes yang dilancarkan Felda itu tak berlebihan. Pasalnya, perusahaan tersebut mengayomi lebih dari 112.000 petani sawit skalas kecil, yang sepertinya bakal terganggu pendapatan mereka akibat kebijakan diskriminatif Uni Eropa tersebut. (NEDELYA RAMADHANI/m)