TARGET PRODUKSI SAWIT Kaltim Siap Hasilkan 18 Juta Ton CPO
Kategori : Berita DMSI Posted : Rabu, 24 Januari 2018

Bisnis Indonesia

24 Januari 2018

 

TARGET PRODUKSI SAWIT

Kaltim Siap Hasilkan 18 Juta Ton CPO

 

SAMARINDA - Produksi crude palm oil atau CPO Kalimantan Timur tahun ini diproyeksi mencapai 18 juta ton dan Pemprov meyakini produksi tidak akan terpengaruh penangguhan izin atau moratorium di sektor perkebunan sawit.

 

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan perkebunan kelapa sawit di Kaltim mampu menghasilkan CPO 2,5 juta ton per tahunnya. Jumlah itu setara dengan 14 juta ton tandan buah segar. "Sektor ini setiap tahun berkembang 7,7%, walaupun dalam fase moratorium," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (23/1).

 

Meski tak memerinci jumlah, dalam fase moratorium ini, Ujang menyebut banyak izin lama yang masih mengantre untuk direalisasikan. Artinya sawit diproyeksikan menjadi komoditas unggulan Kaltim setelah era eksploitasi migas dan batu bara terakhir.

 

Sampai saat ini, paparnya, secara total terdapat 1,2 juta penduduk Kaltim yang menggantungkan hidupnya pada industri sawit.

 

Adapun 351 perusahaan subsektor perkebunan kelapa sawit tercatat telah beroperasi di Kaltim. Mereka terdiri dari pemegang izin usaha perkebunan (IUP) sebanyak 297 perusahaan dan pemegang izin hak guna usaha (HGU) sekitar 156 perusahaan, sedangkan luasan lahan IUP mencapai 2,26 juta hektare.

 

Ujang mengatakan akibat tingginya jumlah izin usaha yang diterbitkan sebelumnya, kondisi itu pun menuntut pemberlakuan moratorium.

 

Di sisi lain, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengutarakan bahwa keputusan untuk moratorium merupakan upaya lain untuk menekan penyusutan hutan primer di Kaltim.

 

Dinas Perkebunan, kata Ujang, akan fokus memaksimalkan potensi dari lahan yang menganggur dan menunggu ditanami. Meminjam data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Timur, dari total sekitar 2,4 juta hektare lahan yang sudah memiliki HGU untuk perkebunan sawit banyak yang belum ditanami.

 

"Total tertanam saat ini 1,6 juta hektare, sisanya belum tertanam. Kenapa? Itu harus disikapi pemerintah," ujar Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan.

 

Lebih lanjut, Dinas Perkebunan Kaltim melaporkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim mengalami penurunan tak signifikan. Kinerja pada Januari 2018 rata-rata mengalami penurunan Rp160,7 per kilogram (kg), di harga Rp1.697,76 per kg pada Desember 2017.

 

Sebelumnya harga pada periode Januari 2018 ini ditetapkan berdasarkan keputusan rapat tim penetapan harga TBS awal bulan ini di Balikpapan.

 

Adapun rincian harga TBS pada Januari yang dipanen dari tanaman kelapa sawit per usia tanam adalah dari umur 3 tahun ditetapkan seharga Rp1.417,86 per kg, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang seharga Rp1.566,14 per kg.

 

Sementara itu, untuk TBS umur 4 tahun harganya menjadi Rp1.511,02 per kg atau menurun dibandingkan Desember yang seharga Rp1.669,40 per kg, umur 5 tahun ditetapkan Rp1.521,08 per kg atau menurun ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat Rp1.680,20 per kg.

 

Untuk TBS yang dipanen dari tanaman umur 6 tahun ditetapkan seharga Rp1.537,69 per kg pada Januari, menurun daripada bulan sebelumnya yang seharga Rp1.698,47 per kg, umur 7 tahun Rp1.547,16 per kg atau turun ketimbang sebelumnya yang seharga Rp1.708,86 per kg.

 

 

(k30)

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung