Suplai Bakal Naik, Harga CPO Lanjutkan Penurunan
Kategori : Berita DMSI Posted : Senin, 13 Maret 2017

Suplai Bakal Naik, Harga CPO Lanjutkan Penurunan

bisnis.com

13 Maret 2017

Oleh : Hafiyyan

http://market.bisnis.com/read/20170313/94/636616/suplai-bakal-naik-harga-cpo-lanjutkan-penurunan

Suplai Bakal Naik, Harga CPO Lanjutkan Penurunan

Bisnis.com, JAKARTA--Harga minyak kelapa sawit (CPO) mengalami pelemahan seiring dengan proyeksi pemulihan suplai, terutama pada paruh kedua 2017.

Pada perdagangan Bursa Malaysia, Senin (13/3) pukul 17:00 WIB, harga CPO kontrak Mei 2017 turun 48 poin atau 1,73% menuju 2.723 ringgit (US$611,59) per ton. Ini menunjukkan harga mengalami pelemahan dalam 3 sesi berturut-turut.

Harga sudah terkoreksi 9,5% sepanjang tahun berjalan dari level 3.009 ringgit per ton. Tahun lalu, harga CPO bertumbuh 25% year on year/ yoy.

Alan Lim, analis MIDF Amanah Investment Bank Bhd., memaparkan harga CPO didorong oleh sentimen berkurangnya stok di Malaysia pada Februari 2017 sebesar 1,46 juta ton. Malaysian Palm Oil Board (MPOB) merilis data resmi kinerja pasar CPO pada Jumat (10/3).

Angka ini turun 5,3% month on month/ mom dari Januari 2017 sejumlah 1,54 juta ton, dan 32,7% year on year/ yoy dari Februari 2016 sebanyak 2,17 juta ton.

"Namun, stok diperkirakan meningkat mulai Maret 2017, sehingga harga cenderung tertekan," paparnya dalam riset, Senin (13/3/2017).

Berkurangnya stok terutama ditopang penurunan produksi 1,4% mom menjadi 1,26 juta ton. Suplai baru dari wilayah Sabah dan Serawak sama-sama merosot 7% mom menuju 323.244 ton serta 274.848 ton. Namun, produksi di Semenanjung Malaysia naik 4% mom menjadi 660.446 ton.

Secara tahunan (yoy), volume produksi Februari 2017 meningkat 20,7%. Menurut Lim, hal ini menunjukkan pohon-pohon kelapa sawit sudah mulai pulih dari dampak El Nino.

Sementara volume ekspor kedua dua negara konsumen utama mengalami pelemahan. Ekspor ke China turun 38% mom menjadi 103.169 ton akibat cuaca dingin selama Februari. Penggunaan minyak sawit saat cuaca dingin memang cenderung lebih rendah karena membuat minyak mengalami pembekuan.

Ekspor ke India juga merosot 4% mom menuju 133.488 ton. Penurunan mungkin disebabkan naiknya konsumsi minyak nabati yang diproduksi di dalam negeri.

Lim menyampaikan, MIDF memprediksi stok CPO pada Maret 2017 naik 11% mom menjadi 1,62 juta ton. Dua asumsi utama yang mendasarinya ialah kenaikan produksi 13% mom dan menurunnya ekspor 3% mom.

Menurut data surveyor, pada 1-10 Maret volume ekspor turun 25% mom. Namun, lanjut Lim, data ini tidak mewakili proyeksi selama sebulan penuh.

MIDF mempertahankan proyeksi rerata harga CPO pada 2017 bakal lebih baik dengan pertumbuhan 3,81% yoy menuju 2.725 ringgit per ton dari sebelumnya 2.625 ringgit per ton akibat penguatan dolar AS terhadap ringgit. Mata uang tersebut semakin perkasa dengan estimasi pengerekan suku bunga Federal Reserve sebanyak tiga kali pada tahun ini.

Tag : harga cpo

Editor : Martin Sihombing

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung