Isu Sawit Hambat Perundingan Indonesia-EU CEPA
Kategori : Berita DMSI Posted : Sabtu, 03 Maret 2018

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: MetroTV/Nurohman)

metrotvnews.com

3 Maret 2018

Oleh: Nurohman

http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/Wb72nvnN-isu-sawit-hambat-perundingan-indonesia-eu-cepa

Isu Sawit Hambat Perundingan Indonesia-EU CEPA

Singapura: Perundingan kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau Indonesia-EU CEPA belum menemukan titik temu. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa isu minyak sawit menjadi pembahasan yang paling sensitif antara Indonesia dan Uni Eropa.


Pasalnya, Uni Eropa sejak beberapa waktu lalu telah berencana menghapus biodiesel sebagai energi terbarukan di negara tersebut. Bahkan dalam pemungutan suara di Parlemen Uni Eropa, mayoritas memilih untuk menghapus biodiesel sebagai energi terbarukan di kawasan itu pada 2021.

 

Kepada Komisi Perdagangan Uni Eropa, Enggar menyampaikan, produk sawit dan turunannya memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian Indonesia. Enggar meminta Uni Eropa dapat mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Meski permintaan itu belum tentu disetujui negara-negara anggota Uni Eropa, Enggar mengatakan, Komisi Perdagangan Uni Eropa berjanji tetap akan menyampaikan permintaan Indonesia kepada Parlemen Uni Eropa.


"Saya menyampaikan ini (sawit) dampaknya besar sekali pada ekonomi Indonesia. Dia (Komisioner Perdagangan Uni Eropa) meyakini, apa yang dibicarakan Parlemen Uni Eropa belum tentu diterima member state dari Uni Eropa," kata Enggar, usai pertemuan bilateral dengan Komisi Perdagangan Uni Eropa di Singapura, Jumat, 2 Maret 2018.


Hingga saat ini, Uni Eropa tidak melakukan pembatasan perdagangan produk sawit dari Indonesia, termasuk negara eksportir sawit lainnya di ASEAN seperti Malaysia. Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstrom menegaskan, Uni Eropa belum mengeluarkan regulasi terkait pembatasan produk sawit. Ia menyampaikan, impor Uni Eropa tahun lalu untuk produk sawit tumbuh 20 persen.



"Kami akan sampaikan proposal dari Indonesia dan Malaysia kepada parlemen Uni Eropa. Saat ini belum ada keputusan final dan masih dalam proses pembahasan. Jadi saya katakan, tidak ada pembatasan, tidak ada sanksi, dan perdagangan masih terus belanjut," tuturnya.


Meski demikian rencana Uni Eropa atas biodisel, menurut Enggar, menjadi penghambat dalam perundingan Indonesia-EU CEPA ini. Enggar khawatir akan terjadi perang dagang jika Uni Eropa membuat kebijakan proteksionis. Pasalnya, Indonesia juga bisa menerapkan kebijakan serupa atas komoditas tertentu kepada Uni Eropa.


"Pengumuman Presiden Trump atas (rencana pembatasan) baja itu mengagetkan Uni Eropa. Dalam kaitan itu, saya bilang, kalau gitu Uni Eropa jangan memulai sesuatu yang menuju perdagangan yang proteksionistis," pungkas Enggar.



(ABD)

Bagikan

RELATED POST

Event

Pengunjung